Slider

Sumatera Barat

Kota Padang

Sport

Opini

Nasional

Agam

» » ANAKKU SAHABATKU

Oleh : Hasneril.SE.
Humas DPRD Agam

Kisah pribadiku , pada tahun 2013 aku sudah punya empat orang anak , dua pasang yang tua adalah perempuan yang kedua laki-laki , yang ketiga perempuan dan yang bungsu laki-laki.
Semua anak ku jadikan teman untuk bercerita,untuk berbagi ,tetapi aku tidak pernah mengeluh dihadapan mereka ,karena aku tidak mau mereka ikut memikirkan apa yang menjadi keluhan.

Pada tahun 2013  anakku yang pertama tamat Sekolah dasar dan ingin melanjutkan ke sekolah kelas menengah setingkat SMP atau Pesantren , aku pernah bertanya jika sudah tamat SD , hanifa ingin  melanjutkan sekolah kemana ,ia menjawab dengan singkat terserah ayah dan bunda di mana baik menurut ayah dan bunda di situ kakak akan sekolah.

Setelah di sepakati bersama ,anak ku hanifa melanjutkan sekolah ke pesantren di Bogor ,setelah melakukan survei lokasi pesantren maka hanifa diantar oleh istri sampai ke Bogor ,sedangkan aku hanya mengantar sampai Bandara dan kembali pulang bersama dengan adik-adiknya hanifa.

Selama dalam perjalanan pulang kerumah  aku berdoa untuk anakku  ,meskipun terkadang hati ini merasa sedih berpisah dengannya karena hanifa masih kecil, Tapi aku punya prinsip lebih baik bersedih sekarang dari pada nanti aku menyesal di kemudian hari karena Hanifa tidak tahu apa-apa tentang Agama.

Saat itu kehidupanku memang sedang sulit karena baru mendapatkan ujian dari allah atau musibah usaha toko onderdil milik ku Bangkrut yang dulunya sempat menjadi pengusaha yang sukses tapi setelah bangkut aku menjadi orang yang sukses sekarang setelah ujian itu berlalu   rasanya hidup ini  lebih sukses dan bahagia  dari sebelumnya ,anak-anakku yang sekarang duduk di pesantren telah jadi penghafal Alqur'an ,begitu yang no tiga juga sangat rajin menghafal Alqur'an.

Disetiap waktu sesudah shalat berjamaah aku selalu berpesan pada anak-anak untuk berdoa agar bisa tegar dan sabar dalam menerima ujian dari Allah swt, dan setiap sesudah shalat kami selalu bercerita bersama , yang aku pahami bahwa waktu untuk selalu bersama-sama mereka hanya sekitar 20 tahunan dan sesudah itu mereka akan hidup bersama keluarganya masing-masing , aku selalu berusaha meluangkan waktu bersama  mereka walaupun  sebentar .

Caraku berkomunikasi dengan anak-anak seperti kami bersahabat bukan seperti bapak dengan anak ,setiap hari aku selalu  berusaha bisa tertawa-tawa dengan mereka untuk mencairkan suasana supaya tidak tegang , setiap Komunikasi aku berusaha untuk mesra,ramah & penuh rindu dan saling paham.
Aku berharap Jangan sampai terjadi sesuatu yang sangat aku  khawatiran sebagai orang tua yaitu di saat aku sudah tua, di saat daya melemah, disaat anak-anaku semakin sibuk dengan urusan nya sendiri. Dan Pada saat kami hanya bisa berdoa & berlinang air mata ,mengiringi semua ke khawatiran yang menyelimuti  hati kami, yang kami cemaskan lagi adalah keselamatan kalian juga sakaratul maut kami , akankah anak-anak tercinta menggumamkan 'Kalimat TALKIN di telinga  kami saat mengiringi perjalanan kami pulang ke akhirat saat sakaratul maut.
Itulah dasar aku  mau mengantarkan hanifa ke pesantren yang jauh dari orang walaupun dia masih kecil tapi  karena aku  ingin dia belajar agama Allah merupakan tujuan cita-citaku .
Dan aku berpesan kepadanya  "anakku  jagalah shalat kalian , jagalah shaum kalian,jagalah shadaqah kalian dan berbuat baiklah kepada siapapun".
Dan Jangan pernah letih untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanallahu  Wata'la, Berbuatlah sesuatu yang bisa membuat orang tua kalian berbahagia akhirat kelak
Kami ayah & bundamu Titipkan masa depan akhirat kami kepada kalian dengan Akhlaq Mulia kalian anakku,

Dan Saat ini Kehidupan ku boleh dikatakan telah keluar dari kesulitan yang mengerogoti selama empat tahun ,berkat doa putra-putriku  semuanya dibukakan jalannya oleh Allah swt ,setiap berangkat kerja aku selalu berpesan kepada mereka jangan lupa doakan ayah,dan sesudah shalat selalu juga ku ingatkan ,aku tidak memandang mereka anak tapi sahabat ,kawan di sela-sela kesibukan mereka aku telp bagaimana supaya mereka gembira tertawa-tawa pokoknya ada saja yang aku tanyakan berupa lucu-lucuan  supaya hati mereka senang .kadang kalau berkumpul aku buat kuis yang bisa untuk mencairkan suasana kala itu, di panti putra aku juga punya anak 30 orang putra yang ke semuanya juga sangat dekat,kalau aku datang mereka  memperlakukan aku seperti ayah mereka benaran ,sebaliknya aku juga begitu menganggap mereka sebagai sahabat semua mereka kalau akan aku tinggalkan selalu bilang hati-hati ayah kami selalu mendoakanmu.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama